Klub Berita Kegiatan Profil Hall Of Fame Fixtures & Result Artikel Wawancara Fun Stuff Galeri Fans Club
 
UMUM
TIPS LATIHAN
Banner Website Djarum Super
 
Bakti Djarum Terhadap Perkembangan Olahraga Bulutangkis Tanah Air
Logo Djarum

Sejak GOR Kaliputu pertama kali berdiri sekitar tahun 1969, PB Djarum terus memantapkan langkahnya menjadi salah satu pembina klub bulutangkis yang paling concern terhadap perkembangan olahraga tepok bulu tanah air. Kiprah tersebut tergolong berhasil dan sukses, banyak di antara pemain binaan PB Djarum yang berhasil menghantarkan Indonesia meraih juara dalam berbagai ajang turnamen bergengsi. Sukses yang dihasilkan oleh PB Djarum bukan tidak lain berkat bentuk regenerasi yang tidak pernah putus dengan nama besar para pemain berprestasi pada masa lalu seperti, Liem Swie King, Christian Hadinata, keluarga Arbi (Hastomo, Eddy Hartono, Hariyanto), Ardy B.Wiranata, Alan Budi Kusuma, Sigit Budiarto, Fung Permadi.

Berdasarkan dari catatan tersebut, saya menilai bagaimana satu persatu prestasi tersebut ditorehkan dengan amat manis. Hal tersebut tidak lain merupakan usaha dan kerja keras PB Djarum dalam upayanya mendongkrak prestasi talenta muda Indonesia, khususnya dalam bidang bulutangkis. Keseriusan salah satu klub bulutangkis tertua ini dibuktikan kembali dengan membangun sarana latihan/GOR Jati yang sudah berdiri satu tahun belakang. GOR terbesar dan terlengkap itu terdiri dari asrama serta berbagai macam fasilitas pusat pelatihan yang sangat modern. Kontribusi PB Djarum pun dibuktikan lewat cara mengirimkan banyak sekali pemain- pemain muda yang memiliki potensi demi kepentingan bangsa dan negara. Ini merupakan bentuk dedikasi PB Djarum, yang dengan konsisten ingin membangun dunia bulutangkis nasional.

Kontribusi tersebut sudah mulai menuai hasil positif dengan bimbingan pelatih yang berpengalaman. Belum lama ini, pasangan Ganda Putra Yunior, Afiat Yuris/Wifqi Windarto sukses menjuarai turnamen berkelas satellite, yaitu, Waikato International. Atas prestasi tersebut, pasangan muda ini masuk ke dalam jajaran daftar pemain berperingkat 100 besar dunia. Prestasi yang sama juga di raih oleh Andre Kurniawan, yang di turnamen GP New Zealand Open kemarin berhasil menyabet gelar juara Tunggal Putra. Lalu juga terdapat pasangan Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama (yang baru-baru ini namanya sedang melonjak), serta Meiliana Jauhari/Shendy Puspita, sukses menjadi juara Surabaya Challenge. Pada Jakarta Open Satellite mereka juga sukses menyapu bersih semua gelar juara. Sedangkan untuk prestasi yang ditorehkan baru- baru ini, pemain- pemain PB Djarum berhasil menciptakan All Indonesian Final pada turnamen GP Dutch Open 2007 yang baru saja berakhir pada 21 Oktober 2007 lalu. Pasangan Ganda Putra, Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama sukses tampil sebagai satu-satunya juara mewakili nama Indonesia.

Akhirnya, saya ingin menutup tulisan ini dengan mengutip secuil kalimat yang ditulis oleh Sdr. Karyanto pada sebuah milis berbasis bulutangkis, yang kurang lebih seperti berikut: "Di kaki bukit Gunung Muria-tetirah Sunan Muria bersemayam, di seberang menara Kudus-tetirah Sunan Kudus bersemayam, atlet-atlet PB Djarum kini tengan menyiapkan diri menuju jenjang prestasi dunia."

Salam Bulutangkis!

Oleh : Penulis




 
Banner Club
Banner Yonex
 
 
Copyrights © 2007 PT DJARUM. All Rights Reserved.