Klub Berita Kegiatan Profil Hall Of Fame Fixtures & Result Artikel Wawancara Fun Stuff Galeri Fans Club
 
UMUM
TIPS LATIHAN
Banner Website Djarum Super
 
Jejak & Langkah PB Djarum (1) - Bitingan lama, Tonggak Kemenangan

Sejarah bisa datang dari mana saja. Ia tak memilih-milih tempat, waktu, maupun latar belakang pelakunya. Ia juga bisa dimulai dari aktifitas kecil, yang sebelumnya tak pernah terpikirkan akan menghasilkan sebuah prestasi besar. Dan, itulah yang terjadi di Jalan Bitingan Lama No. 35 (sekarang Jalan Lukmonohadi), Kudus, pada tahun 1969.

 

GOR Bulutangkis Bitingan Lama

Sebuah bangunan yang hingga kini masih dipakai untuk aktivitas karyawan PT Djarum dalam melinting rokok (brak) itu, ternyata menjadi tonggak awal kebesaran Persatuan Bulutangkis (PB) Djarum dalam menorehkan prestasi yang membanggakan Tanah Air. Brak di Bitingan Lama itu jelas memiliki andil atas lahirnya pebulutangkis legenda macam Liem Swie King, Kartono, Heryanto, Hadiyanto, dan Hastomo Arbi. Begitu banyak gelar juara yang mereka sumbangkan untuk Indonesia di kejuaraan-kejuaraan internasional bergengsi seperti All-England, Kejuaraan Dunia, dan Thomas Cup.

Brak di Bitingan Lama itu ikut membidani lahirnya PB Djarum. Kebetulan, pada masa itu kegemaran bermain bulutangkis di antara warga Djarum begitu tinggi. Merespon antusiasme para karyawannya, pihak perusahaan pun menyediakan brak yang pada siang harinya dipakai untuk memproduksi rokok kemudian disulap menjadi GOR Bulutangkis pada sore harinya. Hal ini bisa dimaklumi, karena gedung yang terletak di jalan Bitingan waktu itu hanya memiliki tiga lapangan. Dengan segala keterbatasan fasilitas, semuannya pun dilakukan secara mendadak. Saat latihan hendak digelar, para karyawan pun secara gotong royong menyingkirkan peralatan melinting rokok, kemudian membersihkan lantainya. Barulah peralatan seperti tiang net, jaring, shuttlecock, dan raket dikeluarkan. Berhubung pada saat itu PB Djarum belum mempunyai banyak pemain, fasilitas tempat yang seadanya itu pun dirasa sudah lebih dari cukup.

Karena siangnya dipakai untuk memproduksi rokok, maka akan terasa sekali aroma tembakau yang menyengat saat berlatih di gedung Bitingan. Namun hal ini tidak mengurangi semangat para pemain PB Djarum, mereka tetap giat berlatih serta berkonsentrasi pada permainan. Pada saat itu tak ada konsep maupun program latihan yang dijalankan oleh organisasi, bahkan pelatih sekalipun. Jadi, para katyawan hanya berlatih seadanya tanpa bimbingan juga instruktur handal yang profesional. Saat itu, mereka benar-benar berlatih hanya sebatas hobi belaka, dan sebagai ajang silahturahmi sesama karyawan.

Untungnya, perusahaan dikala itu mendukung aktifitas positif tersebut, sehingga pihak perusahaan memberikan perhatian ekstra bagi karyawan yang berlatih bulutangkis. Bahkan, pihak perusahaan juga mempersilahkan warga sekitar yang berminat dengan permainan bulutangkis untuk bergabung dan berlatih bersama di Bitingan Lama. Fenomena tersebut mulai terlihat di tahun 1970, dimana yang ikut berlatih di Bitingan Lama tidak lagi terbatas karyawan dan anggota keluarganya, melainkan juga pemain-pemain dari luar yang bukan keluarga Djarum. Dari sinilah tonggak kemenangan itu ditancapkan dan sejak itu pula denyut bulutangkis di Djarum tak pernah berhenti. Prestasi demi prestasi pun mengalir seperti air.




 
Banner Club
Banner Yonex
 
 
Copyrights © 2007 PT DJARUM. All Rights Reserved.